Gejala, Penyebab, Komplikasi serta Pencegahan Infeksi Lambung

By | August 18, 2016

Obat Asam Lambung – Infeksi lambung adalah peradangan pada lapisan lambung yang disebabkan oleh mikroorganisme, tersering disebabkan oleh bakteri Helycobacter pylori. Pada penderita peradangan lambung atau Gastritis atau juga yang lebih dikenal dengan sebutan maag, dijumpai adanya suatu iritasi pada dinding mukosa lambung sehingga dinding lambung menjadi merah, bengkak, berdarah dan luka.

Gejala, Penyebab, Komplikasi serta Pencegahan Infeksi Lambung

Gejala, Penyebab, Komplikasi serta Pencegahan Penyakit Infeksi Lambung

Radang lambung dapat menyerang setiap orang dengan segala usia, dan dapat menimbulkan pendarahan sehingga banyak darah yang keluar dan berkumpul di lambung. Penderita akan muntah yang mengandung darah yang berwarna cokelat seperti kopi. namun, pada penderita radang akut sering mengeluhkan adanya suatu gejala dengan perasaan lambung tidak enak, kram perut, indigesti, nafsu makan berkurang, mual dan muntah. Gejala yang ditimbulkan infeksi lambung tidak itu saja, diantaranya adalah:

  1. Wajah yang pucat.
  2. Merasa nyeri di sekitar ulu hati.
  3. Mual.
  4. Muntah.
  5. Mulut yang tampak kering.
  6. Banyaknya air kencing menurun.
  7. Apabila mengenai bayi, maka ia akan menangis sepanjang malam.
  8. Beberapa kasus mengalami pendarahan.
  9. Demam pada tubuh.
  10. Suhu tubuh meningkat.
  11. Tubuh mengeluarkan keringat dingin.
  12. Bersendawa berlebihan.
  13. Perut kembung.
  14. Tidak nafsu makan.
  15. Berat badan turun tanpa sebab yang jelas.
  16. Insomnia atau susah untuk tidur.
  17. Kram perut.
  18. Diare.

Akan tetapi, gejala seperti di atas merupakan gejala umum yang juga bisa disebabkan oleh kondisi lain. Dan beberapa faktor penyebab infeksi lambung diantaranya:

  1. Adanya stres dan tekanan emosional yang berlebihan.
  2. Asam lambung dan pepsin yang berlebihan.
  3. Mukosa atau selaput lendir lambung tidak tahan terhadap asam lambung dan pepsin yang berlebihan karena menurunnya kemampuan fungsi mukosa lambung tersebut.
  4. Waktu makan yang tidak teratur, sering terlambat makan atau sering makan berlebihan.
  5. Terlalu banyak makan yang pedas, asam, minuman beralkohol, obat-obatan tertentu dengan dosis tinggi.
  6. Hidup dalam kondisi yang sesak atau jika dalam satu rumah terdapat banyak penghuni.
  7. Tidak adanya sumber air bersih yang memadai untuk kebutuhan minum atau memasak.
  8. Hidup pada daerah berkembang yang tidak terlalu memikirkn kesehatan lingkungan.
  9. Tinggal dengan seseorang yang sudah diketahui mengalami infeksi kuman ini.

Jika telah terjadi infeksi tukak lambung, akibatnya dapat terjadi berbagai komplikasi seperti:

  1. Pendarahan dalam perut ini adalah komplikasi infeksi tukak lambung yang paling umum terjadi. Volume pendarahan bisa ringan atau parah hingga membutuhkan tranfusi darah.
  2. Peritonitis meski jarang terjadi, tukak lambung berpotensi melubangi dinding lambung atau usus yang menyebabkan infeksi serius dalam rongga perut. Komplikasi ini membutuhkan penanganan darurat di rumah sakit karena dapat berakibat fatal jika dibiarkan.
  3. Tukak atau koreng pada lambung dikenal dengan ulkus. Kondisi ini terjadi karena lapisan pelindung pada dindiing dirusaknya oleh kuman Helycobacter pylori.
  4. Radang pada dinding lambung yang lebih dikenal gastritis biasanya kondisi ini merupakan tahap awal sebelum terjadinya tukak.
  5. Kanker lambung, infeksi Helycobacter pylori merupakan faktor resiko kuat terjadinya kanker lambung.
  6. Terhalangnya pergerakan makanan dalam sistem pencernaan karena tukak lambung terkadang bengkak atau membentuk jaringan parut.

Mencegahnya cukup melakukan beberapa langkah sederhana yang dapat kita lakukan agar terhindar resiko terkena tukak lambung. Diantaranya adalah:

  1. Menjaga kebersihan, misalnya sering mencuci tangan.
  2. Memastikan makanan benar-benar matang sebelum mengkonsumsinya.
  3. Berhati-hati dalam pengguanan obat anti inflamasi non steroid agar tidak berlebihan.
  4. Mengurangi atau berhenti merokok.
  5. Menghindari konsumsi minuman beralkohol.
  6. Makan dengan porsi yang kecil namun sering.
  7. Lambung tidak boleh kosong lebih dari 3 jam, sehingga jadwal makan harus benar-benar diatur dan makan harus rutin.
  8. Jangan makan dengan tergesa-gesa, makan dengan santai.
  9. Mengurangi asupan makanan yang banyak mengandung gas.
  10. Jangan makan yang terlalu dingin ataupun terlalu panas.
  11. Kurangi makanan pedas dan asam.
  12. Sebaiknya makanan diolah dengan cara direbus maupun dikukus.
  13. Kurangi makanan yang digoreng.

Itulah penjelasan dari saya mengenai penyakit infeksi lambung yang perlu diketahui. Apabila Anda merasakan gejala ini menetap beberapa minggu bahkan setelah diobati obat sederhana, maka langkah terbaik adalah memeriksakannya ke dokter untuk memastikan penyebabnya dan pengobatan dini sebelum gejala infeksi lambung menjadi parah yang ditandai dengan muntah darah.

Leave a Reply